Mengaji sambil kuliah? Mengapa tidak?
Bagaikan lentera di malam hari, ilmu dapat menuntun kita berjalan pada arah yang benar. Tanpa ilmu, kita bagaikan berjalan pada sebuah lorong panjang yang gelap yang di sana terdapat jurang di sisi kanan dan kirinya. Maka tidak diragukan lagi, setiap orang yang berakal pasti menyadari betapa kita membutuhkan ilmu untuk mengiringi langkah-langkah kita mengarungi kehidupan yang penuh tipu daya ini. Untuk meraihnya pun tidak mudah. Diperlukan pembelajaran secara terarah dan bertahap mulai dari dasar sampai ke tingkat yang lebih lanjut. Baca entri selengkapnya »


Pada suatu rekaman kajian yang dibawakan oleh Ustadz Zaenal Abidin hafizhahullah, ada seorang akhwat yang “curhat” kepada ustadz. Ia menuturkan bahwasanya dirinya baru mengenal manhaj salaf dan ia belum mengenakan jilbab lebar atau sejenisnya (saya lupa), yang jelas tidak serapat akhowat yang sudah lama mengaji. Ketika di pengajian, tidak ada akhowat yang memberi salam kepadanya dikarenakan penampilannya yang belum serapat akhowat yang lama ngaji. Ia bercerita kepada ustadz bahwa dirinya sedih mendapatkan perlakuan yang tidak mengenakkan seperti itu. Ternyata akhlaq orang-orang yang mengaku salafy tidak seindah yang ia harapkan. Dan banyak lagi kisah-kisah serupa yang saya tahu. Ustadz Abu Zubair Hawaary hafizhahullah menulis suatu nasehat yang sangat indah kepada kita bahwa kita semua harus memiliki akhlaq seperti akhlaq salafush shalih.
Bismillah. Pada tulisan kali ini saya ingin berbagi ilmu tentang perancangan sebuah penampung biogas. Tulisan di sini merupakan hasil pengalaman saya searching di google dari berbagai sumber. Saya mengangkat topik perancangan penampung biogas karena saya pernah mendapat tugas merancang sebuah penampung unit biogas pada mata kuliah Proyek Terpadu 1 di Teknik Mesin. Maka, pada pembahasan kali ini hanya dibatasi pada unit penampung biogas saja, mungkin bagian-bagian lain hanya disinggung sedikit. Simak pembahasannya di sini, semoga bermanfaat. 


Komentar Terakhir